"PALU MEMECAHKAN KACA"

                           "PALU MEMECAHKAN KACA"

Daisy, Kalimat di atas bukanlah sekedar pepatah kuno, tahukah kalian makna dari kalimat ersebut??! Aku pernah menemukan sebuah blog yang ditulis oleh Muhammad Eko Prasetyo menceritakan makna dari kalimat tersebut dan nampaknya engkau perlu mengetahuinya. Mari kita umpamakan Palu adalah sebuah masalah / ujian / cobaan dan kaca adalah diri kita, jiwa kita.

            Jika jiwa kita rapuh seperti kaca, maka ketika palu/masalah menghantam, kita akan mudah putus asa, frustasi, kecewa, marah, dan jadi remuk redam. Jika kita adalah kaca, maka kita juga rentan terhadap benturan. Kita mudah tersinggung, kecewa, marah, atau sakit hati saat kita berhubungan dengan orang lain. Sedikit benturan sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan hubungan kita.
Jangan pernah jadi kaca, tapi jadilah baja. “Mental baja” adalah mental yang selalu positif, bahkan tetap bersyukur di saat masalah dan keadaan yang benar-benar sulit tengah menghimpitnya.
Mengapa demikian? Orang yang seperti ini selalu menganggap bahwa masalah adalah proses kehidupan untuk membentuknya menjadi lebih baik”.
           Sepotong besi baja akan menjadi sebuah alat yang lebih berguna setelah lebih dulu diproses dan dibentuk dengan palu. Setiap pukulan memang menyakitkan, namun mereka yang bermental baja selalu menyadari bahwa itu baik untuk dirinya.
Jika hari ini kita sedang ditindas oleh masalah hidup, jangan pernah merespons dengan sikap yang keliru!
Jika kita adalah “baja”, kita akan selalu melihat palu yang menghantam kita sebagai sahabat yang akan membentuk kita. Sebaliknya jika kita “kaca” maka kita akan selalu melihat palu sebagai musuh yang akan menghancurkan kita....

      Dan tahukan engkau Daisy, bahwa Allah tak pernah memberikan cobaan pada hamba-Nya melebih kapasitas/kemampuan kita. Setiap pukulan memang menyakitkan, dan air matamu pun tak kuasa lagi tuk kau bendung. Namun, tidakkah kau bahwa DIA yg Maha Cinta selalu mendengarmu? Merintihlah.. menangislah.. ungkapkan sgala yang menyesakkan dadamu pada DIA yg Maha Mendengar. Namun, selepas itu BANGKITLAH... jangan pernah berhenti berharap.. Jadilah manusia bermental baja, yg berguna.... Sebab, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Pabila kau menjadi kaca, maka saat palu menghantammu, engkau akan pecah dan tak berguna lagi.. malah bisa jadi melukai orang, seperti orang yang membersihkan serpihan kaca.. tangannya terluka dan berdarah... masih baik bila hanya tanganx yang terluka, tapi bagaimana bila hatinya yang terluka?

Teruntuk Daisy... Diri sendiri....#



 

Komentar